ZAKAT PERHIASAN , Hukum Seputarnya


Zakat merupakan kewajiban yang tidak diragukan lagi bagi kaum muslimin karena merupakan salah satu rukun islam yang ke-3, “Menunaikan Zakat”, bagian dari zakat yang wajib yakni zakat maal (harta) (selain kewajiban zakat fitrah). Adapun seruan dan keutamaannya juga kebanyakan telah diketahui oleh kebanyakan manusia. Namun rinciannya, perlu untuk diketahui agar muslimin tidak luput dari melaksanakan apa yang diwajibkan padanya.

Wanita identik dengan berhias dan mengenakan perhiasan. Karenanya dalam Kalamullah yang mulia dinyatakan:

أَوَمَنْ يُنَشَّأُ فِي الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِي الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِينٍ

“Apakah patut (menjadi anak Allah) seorang (wanita) yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan, sedangkan dia tidak dapat memberi alasan yang jelas dalam pertengkaran?” (Az-Zukhruf: 18)

Ayat yang mulia di atas menunjukkan, secara tabiat wanita memang senang berhias guna menutupi kurangnya kecantikan/ keindahannya. Sehingga ia menggunakan perhiasan dari luar sejak kanak-kanak untuk melengkapi dan menutupi kekurangannya. (Tafsir Ibnu Katsir, 4/135, Taisir Al-Karimirir Rahman, hal. 764)

Mengenakan perhiasan jelas sesuatu yang halal. Namun harus diketahui bahwa dalam syariat yang mulia ini ada pembahasan, apakah perhiasan yang dikenakan wanita harus dikeluarkan zakatnya atau tidak. Perhiasan yang menjadi pembicaraan di sini tentunya terbatas pada perhiasan yang terbuat dari emas dan perak, tidak yang selainnya, baik itu berupa mutiara, intan, berlian, dan sebagainya.

Al-Imam Malik rahimahullahu berkata, “Tidak ada zakat pada lu`lu` (mutiara), misik, dan ‘anbar.” (Al Muwaththa` no. 1/232)

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu berkata, Continue reading

Zakat Fitrah , Pensuci Jiwa Muslim


Zakat Fitri, atau yang lazim disebut zakat fitrah, sudah jamak diketahui sebagai penutup rangkaian ibadah bulan Ramadhan. Bisa jadi sudah banyak pembahasan seputar hal ini yang tersuguh untuk kaum muslimin. Namun tidak ada salahnya jika diulas kembali dengan dilengkapi dalil-dalilnya.

Telah menjadi kewajiban atas kaum muslimin untuk mengetahui hukum-hukum seputar zakat fitrah. Ini dikarenakan Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan atas mereka untuk menunaikannya usai melakukan kewajiban puasa Ramadhan. Tanpa mempelajari hukum-hukumnya, maka pelaksanaan syariat ini tidak akan sempurna. Sebaliknya, dengan mempelajarinya maka akan sempurna realisasi dari syariat tersebut. Pembahasan disini meliputi:

  • Pengertian
  • Hikmah Zakat Fitrah
  • Hukum Zakat Fitrah
  • Siapa yang Wajib Zakat Fitrah
  • Bentuk Zakat Fitrah
  • Takaran Zakat Fitrah
  • Waktu Penunaian Zakat Fitrah
  • Mustahik / Sasaran Zakat Fitrah
  • Panitia Zakat Fitrah
  • Tempat Penunaian Zakat Fitrah

PENGERTIAN

Semakna dengan itu Ahmad bin Muhammad Al-Fayyumi menjelaskan bahwa ucapan para ulama “wajib fitrah” maksudnya wajib zakat fitrah. (Al-Mishbahul Munir: 476)

Berkata Ibnul Atsir : “Zakat fitrah (fithr) adalah untuk mensucikan badan” (An Nihayah 2:307) Continue reading

%d bloggers like this: