WUDHU’, Mencuci Wajah


MENCUCI WAJAH

Hukum Mencuci Wajah

Mencuci wajah ketika berwudhu secara jelas disebutkan Allah ta’ala dalam surat al-Maidah ayat 6 yang di dalamnya juga memuat anggota-anggota tubuh yang wajib, bahkan rukun, untuk dicuci (dibasuh) dan diusap (untuk bagian kepala).

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan shalat, basuhlah wajah-wajah kalian dan lengan-lengan kalian sampai siku. Usaplah kepala-kepala kalian dan cucilah kaki-kaki kalian hingga mata kaki….” (al-Maidah: 6)

Dengan demikian, sangat jelas hukum mencuci wajah ini, sebagaimana disebutkan al-Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah-nya, “Ulama bersepakat tentang wajibnya mencuci wajah, kedua lengan, dan kedua kaki (di dalam berwudhu).” (Syarah Shahih Muslim, 3/107)

Batasan wajah yang harus dicuci adalah di bawah tempat tumbuhnya rambut kepala, (yang biasanya, red.) di bagian paling atas dahi sampai ke dagu, dan dari cuping/daun telinga kanan ke cuping telinga kiri, termasuk rahang. (al-Umm, 1/25, al-Muhalla, 2/49, asy-Syarhul Mumti’, 1/149, 171—172)

Mencuci Wajah dengan Kedua Tangan

Al-Imam al-Bukhari rahimahullah dalam kitab Shahih-nya membawakan bab “Mencuci wajah dengan dua tangan dari satu cidukan”, dengan hadits:

ثُمَّ أَخَذَ غُرْفَةً مِنْ مَاءٍ فَجَعَلَ بِهَا هَكَذَا أَضَافَهَا إِلىَ يَدِهِ الْأُخْرَى فَغَسَلَ بِهَا وَجْهَهُ

“Kemudian Ibnu ‘Abbas (yang mencontohkan wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) mengambil satu cidukan air, lalu menggabungkan satu tangannya dengan tangannya yang lain, dan mengusap wajahnya.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 140)

Al-Hafizh Ibnu Hajar t berkata, “Dalam hadits ini terdapat dalil mencuci wajah dengan menggunakan dua tangan secara bersama-sama walau dengan satu cidukan. Karena satu tangan terkadang tidak menyempurnakan pencucian wajah.” (Fathul Bari, 1/04)

Al-Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Disenangi untuk mengambil air dengan kedua telapak tangan ketika hendak mencuci wajah, karena hal tersebut lebih mudah dan lebih dekat untuk membaguskan wudhu.” (Syarah Shahih Muslim, 3/122)

MENYELAH-NYELA JENGGOT

Saat mencuci wajah, disenangi pula bagi yang memiliki jenggot untuk menyela-nyela jenggotnya. (al-Ausath, 1/386, al-Mughni, 1/74)

Al-Imam at-Tirmidzi rahimahullah berkata, “Kebanyakan ahlul ilmi dari kalangan sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang-orang setelah mereka berpandangan adanya menyela-nyela jenggot. Demikian pula yang dikatakan al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah. Al-Imam Ahmad  rahimahullah juga berkata, ‘Jika seseorang lupa menyela-nyela jenggotnya, maka hal tersebut tidak menjadi permasalahan’.” (Sunan at-Tirmidzi, 1/24)

Di antara para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan menyela-nyela jenggotnya adalah ‘Ali bin Abu Thalib, Ibnu ‘Abbas, al-Hasan bin ‘Ali, Ibnu ‘Umar, dan Anas radhiyallahu ‘anhum. (al-Ausath, 1/381)

Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata, “Jenggot juga disela-sela ketika berwudhu. Telah datang berita dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau menyela-nyela jenggotnya, sekalipun al-Imam Ahmad rahimahullah mengatakan tidak ada satu pun hadits yang sahih dalam pengusapan jenggot ini. Namun mungkin yang beliau maksudkan adalah tidak ada hadits yang sahih bila dilihat secara masing-masingnya, namun tidaklah menolak kemungkinan hadits-hadits tersebut bila dikumpulkan jalan-jalannya pantas dijadikan sebagai hujjah.” (Ijabatus Sa’il, hlm. 29)

Sumber:

  1. Tata Cara Wudhu Nabi (bagian 2). Penulis: Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim al-Atsari). http://www.asysyariah.com/syariah/seputar-hukum-islam/685-tata-cara-wudhu-rasulullah-bagian-2-seputar-hukum-islam-edisi-5.html
  2. صفة الوضوء .http://www.saaid.net/rasael/wadoo/index.htm

Artikel FiqihTerkait:

  1. WUDHU’, Pengertian, Batasan, dan Hikmahnya
  2. WUDHU’, Keutamaannya
  3. WUDHU’, Syarat-syaratnya
  4. WUDHU’, Niat untuk Bersuci dan Bersiwak sebelum Wudhu’
  5. WUDHU’, Membaca Basmalah
  6. WUDHU’, Mencuci Tangan Mulai dari yang Kanan
  7. WUDHU’, Madhmadhah, Istinsyaq, dan Istintsar
  8. WUDHU’, Mencuci Wajah
  9. WUDHU’, Mencuci Tangan Sampai Siku
  10. WUDHU’, Mengusap Kepala termasukTelinga
  11. WUDHU’, Mencuci Kaki termasuk Mata Kaki
  12. WUDHU’, Hal-Hal Lain yang Terkait
  13. WUDHU’, Doa / Dzikir Setelahnya
  14. WUDHU’, Pembatal-Pembatalnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: