HEWAN SEMBELIHAN , Pengertian dan Hukum Seputarnya


BANGKAI HUKUMNYA HARAM

Allah mengharamkan bangkai dan ulama sepakat tentang kenajisannya sebagaimana dinyatakan oleh Imam Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid, juga Imam Nawawi dalam Al Majmu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

Apabila kulit telah disamak maka itu merupakan pensuciannya. (HR. Muslim no. 105)

Dari hadits di atas dipahami bahwa kulit hewan yang telah mati (bangkai) itu najis sehingga bila ingin disucikan harus disamak terlebih dahulu (sebelum digunakan untuk pakaian atau kerupuk kulit misalnya- admin). Apabila kulitnya saja dihukumi najis maka tentunya bangkainya lebih utama lagi untuk dihukumi akan kenajisannya. Dikecualikan dari bangkai ini adalah :

a. Jenazah atau mayat (jasad mati manusia) (HR. Bukhari no. 283 dan Muslim no. 371)
b. Bangkai hewan laut dengan dalil firman Allah ta`ala (Al Maidah : 96)
c. Setiap hewan yang tidak memiliki darah yakni darahnya tidak mengalir ketika hewan itu dibunuh atau terluka seperti lalat, belalang, kalajengking dan lainnya.  (HR. Bukhari no. 3320). Lihat Pembahasannya disini.

HUKUM MENYEMBELIH HEWAN

Menyembelih hewan adalah ibadah, dan ibadah haruslah hanya diserahkan kepada Allah ta’ala.

Hadits dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu:

لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ

“Allah telah melaknat orang yang menyembelih karena selain Allah.” (HR. Muslim no. 4978)

Adapun hukum menyembelih hewan adalah sesuai dengan hukum ibadah yang terkait dengan niat penyembelihan hewan:

  • Menyembelih hewan qurban hukumnya sunnah muakkadah (Lihat pembahasannya disini)
  • Menyembelih hewan aqiqah hukumnya sunnah muakkadah (Lihat pembahasannya disini)
  • Menyembelih hewan untuk menafkahi istri hukumnya mubah, sunnah, wajib sesuai dengan kebutuhan keluarga saat itu
  • Menyembelih hewan yang haram dibunuh hukumnya haram, baik dari sisi muamalah misalnya dimiliki hewan orang lain atau dari sisi syariat yakni sebagaimana yang terjadi pada kaum yang membunuh unta Allah (QS: Asy-Syams)

MENYEMBELIH HEWAN

Adapun syariat telah mengatur bahwa semua yang ada di dunia ini adalah halal kecuali yang diharamkan seperti babi, anjing, harimau, dan sejenisnya (akan datang pembahasannya Insya-Allah). Begitulah asalnya setiap bangkai hewan adalah haram kecuali tiga yang dikecualikan (di atas), dan penghalalan bangkai hewan hanya dapat dilakukan dengan penyembelihan yang syar’i, yakni sesuai dengan syarat-syarat penyembelihan:

  1. Membaca tasmiyah (basmalah)
  2. Yang menyembelih adalah orang yang berakal, bukan orang gila/mabuk dan bukan anak kecil yang belum mumayyiz. Fatawa Al-Lajnah (22/420)
  3. Yang menyembelih adalah muslim atau ahlul-kitab (Yahudi dan Nashrani)
  4. Terpancarnya darah. (Lihat pembahasannya disini)

Dan hendaklah juga menyembelih disertai dengan adab-adab penyembelihan (Lihat pembahasannya disini).

HEWAN YANG DISEMBELIH

Penyembelihan hewan (yang halal dibunuh) bertujuan mengambil daging , dan bagian tubuhnya yang lain untuk dimanfaatkan baik untuk dimakan atau pun keperluan lainnya yang dihalalkan (Adapun hukum mengawetkan hewan akan datang penjelasannya Insya-Allah). Untuk tujuan tersebut, maka hewan yang sehat lebih utama untuk disembelih karena manfaatnya akan lebih maksimal.

Hewan yang Sakit dan Terancam Mati

Jika ada seekor hewan yang sakit di mana jika disembelih mungkin tidak ada yang berselera untuk memakannya, apakah sebaiknya disembelih, dibuang, atau dibiarkan sampai mati?

Jawab:  Al-Lajnah Ad-Daimah yang diketuai oleh Al-’Allamah bin Baz rahimahullahu berfatwa sebagaimana dalam Fatawa Al-Lajnah (22/484): “Jika faktanya seperti yang diutarakan (dalam pertanyaan), hendaklah anda menyembelihnya dalam rangka menjaga harta agar tidak terbuang percuma dan jangan biarkan sampai mati, karena hal itu berarti membuang harta dengan sia-sia. Kemudian tawarkan dagingnya (disertai keterangan) kepada siapa saja yang berselera memakannya. Jika tidak ada yang mau memakannya, berikanlah kepada anjing, kucing, atau binatang lainnya yang akan memakannya.”

Apa hukum menyembelih binatang yang terancam mati karena terkena sesuatu yang memudaratkannya?

Jawab:  Al-Lajnah yang diketuai oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullahu berfatwa sebagaimana dalam Fatawa Al-Lajnah (22/384-385): “Tidak mengapa menyembelih binatang yang halal dimakan jika terkena sesuatu yang membahayakannya (mengancam hidupnya) agar bisa dimakan setelah disembelih, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلاَّ مَا ذَكَّيْتُمْ

“Telah diharamkan atas kalian bangkai binatang, darah, daging babi, binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, binatang yang mati dengan sebab tercekik, terkena benturan keras, terjatuh dari ketinggian, ditanduk binatang lain, dimakan binatang buas, kecuali binatang yang kalian sembelih (secara syar’i, maka halal).” (Al-Ma’idah: 3)

Setelah disembelih secara syar’i maka tidak mengapa untuk dimakan jika tidak mengandung mudarat bagi yang memakannya.”

Al-Lajnah juga ditanya tentang seekor kambing yang tertabrak mobil hingga patah punggung dan kakinya, namun masih hidup, lalu ada seseorang yang segera menyembelihnya dengan cepat sebelum mati.

Al-Lajnah menjawab: “Jika perkaranya seperti yang disebutkan, maka sembelihan tersebut halal. Karena disembelih selagi masih bernyawa. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلاَّ مَا ذَكَّيْتُمْ

“Telah diharamkan atas kalian bangkai binatang, darah, daging babi, binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, binatang yang mati dengan sebab tercekik, terkena benturan keras, terjatuh dari ketinggian, ditanduk binatang lain, dimakan binatang buas, kecuali binatang yang kalian sembelih (secara syar’i).” (Al-Ma’idah: 3) [Lihat Fatawa Al-Lajnah (22/383-384)]

Sumber:

  1. Menyembelih Hewan yang Terancam Mati karena Sakit. Penulis : Redaksi. http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=794.
  2. Artikel Asy-Syari’ah lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: