Ar-Rubayyi’ Bintu Mu’awwidz radhiyallahu ‘anha


Nasab dan Keturunannya

Dia adalah Ar-Rubayyi’ (atau Ruba’i-ed) bintu Mu’awwidz (atau Ma’udz-ed) bin Al-Harits bin Rifa’ah bin Al-Harits bin Sawad bin Malik bin Ghanam bin Malik bin An-Najjar Al-Anshariyah An-Najjariyahradhiyallahu ‘anha. Ibu beliau Ummu Yazid binti Qais bin Za’wa’ bin Haram bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin an-Najar.

Ayah Ar-Rubayyi’ adalah pemuda yang membunuh Abu Jahl dalam peperangan Badr. Mu’awwidz dan saudaranya ‘Auf, pada hari perang Badr, berdiri dalam shaf di sisi Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu. Keduanya berkata, “Wahai paman, apakah engkau kenal dengan Abu Jahl? Sampai berita pada kami bahwa ia suka menyakiti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Abdurrahman pun menunjukkan yang mana Abu Jahl kepada kedua pemuda yang gagah berani ini, maka keduanya pun menyerang Abu Jahl.

Suatu hari, Ar-Rubayyi’ membeli minyak wangi dari Asma’ bintu Mukharribah, ibu Abu Jahl, yang merupakan salah satu penjual minyak wangi yang ada di Madinah.
Pada Ar-Rubayyi’, Asma` menanyakan namanya. Ar-Rubayyi’ pun menyebutkan nama dan nasabnya. Asma` terperanjat, “Celaka! Ternyata kamu anak orang yang membunuh pembesarnya!” Abu Jahl yang dimaksud Asma`.
“Bukan!” tukas Ar-Rubayyi’, “Tapi aku putri orang yang membunuh budaknya!”
“Haram bagiku menjual minyak wangi kepadamu!” kata Asma`.
“Haram bagiku membeli minyak wangi darimu!” balas Ar-Rubayyi’ dengan marah dan dia pun beranjak pergi.

Keislamannya

Ar-Rubayyi’ termasuk para wanita yang berbai’at kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di bawah pohon, yang dikenal dengan Bai’atur Ridhwan sehingga, beliau termasuk orang yang sukses mendapatkan keridhaan dari Allah sebagaimana yang difirmankan Allah,

Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bahwah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya). Serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al-Fath: 18 — 19).

Adapun peran serta beliau dalam berjihad bersama kaum muslimin tidak perlu diragukan lagi. Rubai berperang bersama kaum muslimin dan berperang bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bertugas menyiapkan minuman bagi pasukan dan membantu mereka serta mengevakuasi orang yang terbunuh maupun terluka ke Madinah. Beliau melengkapi kepahlawanan para pasukan Islam di medan tempur dengan seluruh apa-apa yang menyebabkan timbulnya kekuatan pada diri mereka, baik berupa motivasi, bekal, dan lain-lain. Apabila beliau telah mencukupi urusan mereka, beliau naik kuda beliau lalu menyerang musuh-musuh Allah dengan anak panah yang beliau arahkan ke leher mereka dan beliau berusaha melawan tipu daya mereka.

Pernikahannya dengan Iyas bin Al-Bukair

Ar-Rubayyi’ menikah dengan Iyas ibnul Bukair Al-Laitsi dari Bani Laits. Pada hari pernikahannya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dan duduk di atas tempat tidurnya. Waktu itu, ada dua orang anak perempuan mendendangkan bait-bait syair yang bertutur tentang para syuhada yang terbunuh di perang Badr. Di antara bait syair yang mereka lantunkan, mereka katakan:

Di antara kita ada seorang nabi yang mengetahui apa yang ada di esok hari

Mendengar ucapan itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menukas, “Yang seperti itu jangan kalian ucapkan!” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingkari ucapan ini, karena mengetahui sesuatu yang gaib merupakan sifat yang khusus bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dari pernikahan itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada pasangan Ar-Rubayyi’ dan Iyas, dua orang anak, Muhammad dan Iyas namanya.

Permintaan Khulu’ Kepada Suaminya, Iyas bin Al-Bukair

Namun dalam perjalanan waktu, rumah tangga mereka diterpa badai. Terjadi pertengkaran antara Ar-Rubayyi’ dan suaminya. Ar-Rubayyi’ pun meminta khulu’ pada suaminya. “Ambil semua milikku dan ceraikan aku,” ucap Ar-Rubayyi’. “Baik!” sahut suaminya.

Iyas pun mengambil segala milik Ar-Rubayyi’, sampai-sampai tempat tidur milik Ar-Rubayyi’ (atau baju besinya-ed). Saat itu, pemerintahan kaum muslimin dipegang oleh ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Ar-Rubayyi’ datang mengadu pada ‘Utsman yang waktu itu sedang dikepung oleh orang-orang Khawarij. ‘Utsman membenarkan tindakan Iyas. Utsman berkata, “Itu adalah termasuk syarat!” kemudian beliau berkata “Ambil seluruh miliknya, hingga ikat rambutnya sekalipun kalau kau mau,” ‘Utsman memberi keputusan.

Ibnu Taimiyah rahimahullahu menjelaskan ketika ditanya tentang khulu’, “Khulu’ yang disebutkan dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah adalah seorang istri tidak menyukai suaminya hingga ia ingin berpisah dengan suaminya maka ia memberikan/mengembalikan seluruh atau sebagian mahar yang pernah diberikan suaminya sebagai tebusan untuk dirinya sebagaimana tawanan menebus dirinya.” (Majmu’ Fatawa, 32/282)

Terjadi perbedaan pendapat dalam hal mengembalikan mahar yang dilakukan oleh istri kepada suami ketika terjadi khulu’. Sebagian ulama membolehkan mengambil lebih dari mahar yang diberikan. Sebagian yang lain tidak membolehkan yang lebih dari mahar, yakni yang boleh sebatas pada mahar saja. Ini yang dipilih Asy-Syaukani dalam bukunya Ad-Darari. Dan nampaknya pendapat inilah yang lebih kuat, karena adanya hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang melarang mengambil lebih dari mahar. Dan hadits ini dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa`, no. 2037. (ed)

Pribadi yang Mulia

Rubai binti Ma’udz termasuk sahabiyah agung yang dibina oleh Islam dan kemudian turut andil dalam kehidupan Islamiyah dan mereka terjun dalam membina masyarakat Islam yang agung. Beliau turut berperang di jalan Allah dengan menjaga batas-batas yang telah disyariatkan oleh Islam. Beliau berbaiat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dan meriwayatkan hadis dari beliau dan adalah beliau seorang wanita yang pandai tentang urusan diennya.

Kaum muslimin mengakui kemampuan beliau, bahkan para sahabat senior bertanya kepada beliau dalam perkara dien, dan beliau telah menggambarkan tentang sifat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Ubaidah bin Muhammad bin Ammar bin Yasir bertanaya kepada Rubai, “Gambarkanlah sifat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam kepadaku!” Beliau menjawab, “Wahai anakku, seandainya engkau melihatnya maka seolah-olah engkau melihat matahari terbit.” (Al-Ishabah VIII/267, ath-Thabaqat VIII/279, dan sh-Shaum II/248).

Beliau juga yang telah meriwayatkan tentang sifat wudhu Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam sebagaiamana yang dikeluarkan oleh Abu Dawud di dalam Sunannya dari Rubai berkata: “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam mendatangi kami dan berbincang-bincang dengan kami dan beliau bersabda, “Tuangkanlah air agar aku berwudhu dengannya.” Kemudian Rubai menyebutnya wudhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam, beliau berkata, “Maka beliau mencuci kedua telapak tangannya tiga akali….” (Al-Ishabah dalam Tamyizish Shahabah VIII/80).

Wafatnya

Ar-Rubayyi’ meninggal pada masa khilafah ‘Abdul Malik bin Marwan, sekitar tahun 70 hijriyah. Dia banyak mewariskan ilmu pada orang-orang setelahnya.
Ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz, semoga Allah k meridhainya ….

Sumber:

  1. Ar-Rubayyi’ Bintu Mu’awwidz radhiyallahu ‘anha. Penulis : Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Bintu ‘Imran. Sumber Bacaan: Al-Ishabah, karya Al-Hafizh Ibnu Hajar (7/641) Al-Isti’ab, karya Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr (hal. 1837-1838) Ath-Thabaqatul Kubra, karya Al-Imam Ibnu Sa’d (8/447) Siyar A’lamin Nubala`, karya Al-Imam Adz-Dzahabi (3/198-200) Tahdzibul Kamal, karya Al-Imam Al-Mizzi (35/173-174). http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=568.
  2. Rubai bin Ma’udz. Al-Ishabah VIII/80 dan ath-Thabaqat VIII/447. http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/10/13/rubai-binti-ma%E2%80%99udz/.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: