Tasyahud , Sifat Duduk dan Fiqihnya


Tasyahud

Orang yang shalat diperintahkan untuk mengucapkan syahadat ketika duduk setelah bangun dari sujud yang kedua dalam rakaat tertentu (artinya pada rakaat kedua atau ketiga atau keempat atau selain itu semisal pada shalat malam dengan jumlah rakaat lebih dari 4), Insya-Allah akan datang pembahasannya.

Sifat Duduk Tasyahud

Ulama berbeda pendapat tentang sifat duduk tasyahud, yakni pada tasyahud awal dan tasyahud akhir. Begitu pula imam empat mazhab, masing-masing memiliki pendapat sendiri. Insya-Allah akan datang pembahasannya.

Bacaan Tasyahud

Salah satu bentuk bacaan tasyahud, yaitu:

التَّحِياَتُ ِللهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

“Segala penghormatan (pengagungan), shalat, kebaikan-kebaikan (berupa perkataan-perkataan, amalan-amalan dan sifat-sifat) adalah untuk Allah subhanahu wata’ala. Semoga keselamatan terlimpahkan kepadamu wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah dan barakah-Nya. Keselamatan semoga terlimpahkan kepada kita dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq melainkan Allah subahanahu wata’ala, dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah hamba dan utusan-Nya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengajarkan kepada umatnya beberapa bacaan tasyahud, di antaranya adalah hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu ini.

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah telah menukilkan kesepakatan para ulama tentang bolehnya membaca salah satu dari doa-doa tersebut. (Syarah Shahih Muslim, 4/336)

Mayoritas fuqaha (ahli fiqih) dan ahlul hadits berpendapat bahwa bacaan tasyahud Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu adalah tasyahud yang paling afdhal. (Syarah Shahih Muslim, 4/336)

Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah berkata dalam Jami’-nya (2/82): “Dan hadits Ibnu Mas’ud diriwayatkan dari beberapa jalan, dan dia (hadits Ibnu Mas’ud) adalah hadits yang paling shahih di dalam (permasalahan) tasyahud, serta merupakan amalan yang dikerjakan kebanyakan ahli ilmu dari kalangan shahabat dan tabi’in.”

Sumber: Bacaan Tasyahud. Penulis : Al-Ustadz Abdul Jabbar. http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=286.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: