Ittiba’ , Kewajiban Mengikuti Sunnah


Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sederhana dalam sunnah (menjalankan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam -red) lebih baik daripada bersungguh-sungguh daam kebid’ahan.” (Ibnu Nashr, 30, Al-Lalikai 1/88 no. 114, dan Al-Ibanah 1/320 no. 161)

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Tetaplah kamu beristiqamah dan berpegang dengan atsar serta jauhilah bid’ah.” (Al-I’tisham, 1/112)

Ubai bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Kamu harus berpegang dengan jalan Allah dan As-Sunnah. Sesungguhnya orang yang (berjalan) di atas jalan Allah dan As-Sunnah kemudian dia mengingat Ar-Rahman (Allah) hingga air matanya menetes karena takut kepada-Nya, tidak akan tersentuh api neraka. Sesungguhnya sederhana dalam jalan Allah dan As-Sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam kebid’ahan.”

Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah: “Hai Yusuf! Jika ada seorang Ahlus-Sunnah dari negeri timur maka sampaikan salamku kepadanya, dan jika ada seorang Ahlus-Sunnah dari negeri barat maka sampaikan salamku kepadanya. Sungguh Ahlus-Sunnah wal Jama’ah sangat sedikit jumlahnya.”

Al-Imam Az-Zuhri rahimahullah berkata: Ulama kita yang terdahulu selalu mengatakan: “Berpegang dengan As-Sunnah adalah keselamatan. Ilmu itu tercabut dengan segera, maka tegaknya ilmu adalah kekokohan Islam sedangkan dengan perginya para ulama akan hilang pula semua itu (ilmu dan agama).” (Al-Lalikai 1/94 no. 136 dan Ad-Darimi, 1/58 no. 16)

Al-Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah berkata: “Berhati-hatilah kamu, jangan sampai menulis masalah apapun dari ahli ahwa’, sedikit atau pun banyak. Berpeganglah dengan Ahlul Atsar dan Ahlus Sunnah.” (As-Siyar, 11/231)

Yunus bin Abil-A’la rahimahullah: “Aku mendengar Asy-Syafi’i berkata: ‘Jika aku melihat seorang lelaki Ahli Hadits seolah aku melihat shahabat Nabi.” (Talbis Iblis, Ibnul-Jauzi, 33-34)

Al-Imam Al-Auza’i rahimahullah berkata: “Kami berjalan kemana As-Sunnah berjalan.” (Syarah Ushul I’tiqad Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Al-Imam Al-Lalikai, 1/64)

beliau juga berkata: “Berpeganglah dengan atsar Salafus Shalih meskipun seluruh manusia menolakmu dan jauhilah pendapat orang-orang (selain mereka) meskipun mereka menghiasi perkataannya terhadapmu.” (Asy-Syari’ah hal. 63)

Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’ud rahimahullah: “Kamu tidak akan salah selamanya asal kamu di atas As-Sunnah.” (At-Thabaqat, 1/71, Al-Hujajul Qawiyyah, 30)

Umar bin ‘Abdul-‘Aziz rahimahullah: “Kamu haruslah berkomitmen dengan As-Sunnah, sesungguhnya As-Sunnah menjagamu dengan ijin Allah.”

* Definisi (Mengikuti-admin) As-Sunnah adalah mengamalkan Al-Qur-an dan Hadits serta mengikuti pendahulu yang shalih serta berittiba’ (berteladan) dengan jejak mereka (lihat Syariah edisi 04 hal. 13)

Sumber:

  1. Ittiba’ kewajiban mengikuti sunnah. Majalah Asy-Syari’ah Vol.1/No.01/1424 H/2003 hal:1.
  2. Kewajiban Mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sumber: Lammuddurril Mantsur minal Qaulil Ma`tsur, karya Abu Abdillah Jamal bin Furaihan Al-Haritsi. http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=270

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: