Komentar Asy-Syaikh Muhammad Basyir Al-Ibrahimi tentang Palestina


Asy-Syaikh Muhammad Basyir Al-Ibrahimi [1] mengatakan:

“Sesungguhnya Palestina adalah titipan Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wasallam- kepada kita, amanah Umar bin Khaththab –radhiyallahu ‘anhu- yang berada dalam tanggungan kita, serta perjanjian Islam yang terletak di leher-leher kita. Maka jika Yahudi mengambilnya dari kita sementara kita ini adalah sekumpulan (umat), benar-benar kita merugi.”

Beliau juga mengatakan:

“Alangkah meruginya Palestina…. Apakah orang yang tidak memilikinya yang menjualnya, dan orang yang tidak berhak terhadapnya yang membelinya? …. Alangkah terhinanya Palestina…
Mereka mengatakan: Sesungguhnya Palestina adalah tempat ibadah tiga agama samawi dan kiblat ketiga agama tersebut. Bila apa yang mereka katakan itu benar –dan itu memang benar– tentu orang yang paling berhak mendapatkan amanah terhadapnya adalah bangsa Arab. Karena mereka adalah kaum muslimin, di mana Islam menghendaki penghormatan terhadap kitab-kitab samawi dan ahli kitab serta mengharuskan beriman kepada seluruh nabi dan rasul. Islam juga menjamin pelaksanaan syiar Yahudi dan Nasrani. Bukankah Yahudi yang mendustakan para nabi dan membunuh mereka serta menyalib –menurut pengakuan mereka– Nabi ‘Isa –‘alaihissalam- yang benar (ajarannya-ed), serta mengusir para sahabatnya dari Palestina, lagi kafir terhadap Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wasallam- setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan?”


(Majalah Al-Basha`ir, edisi 22 tahun 1948 M, dinukil dari buku As-Salafiyyun wa Qadhiyatu Filistiin)

[1] Salah seorang anggota Jum’iyyah Ulama di Aljazair.

Sumber: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=497

%d bloggers like this: