Keutamaan Shalat di Masjid-Masjid Tertentu


  1. Keutamaan Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

    Dari Ibnu Az-Zubair radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    صلاة في مسجدي هذا، أفضل من ألف صلاة فيما سواه من المساجد، إلا المسجد الحرام، و صلاة في المسجد الحرام، أفضل من صلاة في مسجدي هذا بمائة صلاة

    Shalat di masjidku ini adalah lebih afdhal daripada seribu shalat di masjid lainny, kecuali masjidil haram. Dan shalat di masjidil haram adalah lebih afdhal daripada shalat di masjidku ini dengan seratus kali.

    Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnad-nya dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban, dan hadits ini terdapat dalam Shahih Al-Jami’ (karya Imam Albani  -admin) dengan no.3735.

  2. Keutamaan Shalat di Masjidil Aqsha
    Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد: المسجد الحرام و مسجدي هذا، و المسجد الأقصى

    Tidaklah kendaraan-kendaraan diikat (untuk ditunggangi) kecuali untuk menuju tiga masjid; Masjidil Haram, Masjidku ini, dan Masjidil Aqsha.

    (Diriwayatkan oleh-admin) Al-Bukhori dan Muslim dan selainnya.
    Dari Abdullah bin ‘Amru, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

    Setelah Sulaiman bin Dawud selesai dari membangun Masjidil Aqsho, ia meminta tiga hal kepada Allah: Hukum/keputusan yang mencocoki hukum/keputusan-Nya, kerajaan yang tidak pantas bagi seorangpun sesudahnya, dan dia tidak menghendaki kecuali untuk shalat di dalamnya kecuali ia keluar dari dosa-dosanya seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Adapun dua hal, keduanya telah diberikan kepada beliau, dan aku berharap yang ketiga telah dikabulkan.

    Dari Shahih Ibnu Majah (karya Imam Al-Bani  -admin) dengan no. 1156.

  3. Shalat di Masjid Quba
    Dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif radhiyallahu ‘anhum, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

    من تطهّر في بيته، ثمّ أتى مسجد قباء، فصلّى فيه، كان له كأجر عمرة.

    Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu ia shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah.

    Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnad-nya dan Ibnu Majah serta selain keduanya, dan hadits ini terdapat dalam Shahih Al-Jami’ (karya Imam Albani  -admin) dengan no.6030.

  4. Shalat di Masjid Jami’ di setiap negara, misalnya di Indonesia adalah Masjid Istiqlal.
  5. Shalat di Masjid Jami’ di setiap propinsi/kabupaten, misalnya Masjid Agung di setiap propinsi/kabupaten.
  6. Shalat di Masjid lainnya di sekitar tempat tinggal.

Tidak diragukan lagi keutamaan masjid-masjid tertentu sebagaimana di atas jika ditinjau dari objeknya atau keutamaan masjid secara mutlak, namun jika ditilik keutamaan shalat di masjid maka bergantung kepada subjek/pelakunya dan kepada jenis shalatnya, yakni:

a. Keutamaan laki-laki yang shalat wajib di masjid adalah sebagaimana urutan di atas.

b. Keutamaan shalatnya wanita adalah lebih baik dirumahnya yakni, wallahu a’lam, berkebalikan dengan urutan di atas.

Shalat di masjid sebagai satu amalan yang utama disyariatkan kepada kaum lelaki, banyak pahala akan diraih terlebih bila shalat itu dilakukan di Masjid Nabawi. Namun ternyata bersamaan dengan itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kaum wanita untuk shalat di rumah mereka. Ketika istri Abu Humaid As-Sa’idi datang kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya menyatakan: “Wahai Rasulullah, aku senang shalat berjamaah bersamamu.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّيْنَ الصَّلاَةَ مَعِيْ, وَصَلاَتُكِ فِيْ بَيْتِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِيْ حُجْرَتِكِ, وَصَلاَتُكِ فِي حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلاَتِكِ فِي دَارِكِ, وَصَلاَتُكِ فِيْ دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ, وَصَلاَتُكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِن ْصَلاَتِكِ فِي مَسْجِدِيْ

“Sungguh aku tahu engkau senang shalat jamaah denganku, namun shalatmu di ruang yang khusus yang ada di rumahmu lebih baik bagimu daripada shalatmu di kamarmu, shalatmu di kamarmu lebih baik daripada shalatmu di rumahmu, shalatmu di rumahmu lebih baik daripada shalatmu di masjid kaummu dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik daripada shalatmu di masjidku.” (HR. Ahmad, 6/371, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah, hal. 155)

Bila seorang wanita tetap tinggal di rumahnya, ia akan bisa menunaikan tugas-tugas dalam rumahnya, memenuhi hak-hak suaminya, mendidik anak-anaknya dan membekali dirinya dengan kebaikan. Sementara bila seorang wanita sering keluar rumah, ia akan menyia-nyiakan sekian banyak kewajiban yang dibebankan kepadanya. (Nashihati Lin Nisa’, Ummu Abdillah Al-Wadi‘iyyah, hal. 101)

Dan ini adalah kemuliaan Islam atas keutamaan yang dimiliki wanita dalam mencapai pahala dan surga Allah subhanahu wata’ala. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا, وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ

“Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, ia menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya maka ia akan masuk surga dari pintu surga mana saja ia inginkan”. (HR. Ahmad, 1/191. Dalam Adabuz Zifaf, hal. 182, Asy-Syaikh Al-Albani berkata: “Hadits ini hasan atau shahih, ia memiliki banyak jalan.”)

Namun, tidak berarti bahwa seorang wanita dilarang untuk pergi ke masjid. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi tuntunan kepada para suami untuk tidak melarang istri mereka shalat di masjid (lihat pembahasan tentang adab keluar rumah disini), bila si istri minta izin padanya:

إِذَا اسْتَأْذَنَتِ امْرَأَةُ أَحَدِكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَلاَ يَمْنَعْهَا

“Apabila istri salah seorang dari kalian minta izin ke masjid maka janganlah ia melarangnya.” (HR. Al-Bukhari no. 873 dan Muslim no. 442)

Dan beliau menyatakan:

لاَ تَمْنَعُوْا إِمَاءَََََََ اللهِ مَسَاجِدَ اللهِ

“Janganlah kalian mencegah hamba-hamba perempuan Allah dari masjid-masjid Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 900 dan Muslim no. 442)

Sedangkan untuk shalat sunnah, lebih afdhal dilaksanakan dirumah, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Insya-Allah akan datang penjelasannya.

Sumber: Khusyu'; Rahasia dan Pengaruhnya terhadap Iman hal:146-148. Diterjemahkan oleh Hannan Hoesin B.dk dari kitab الصلاة و أثارها في زيادة الإيمان و تهذيب النفس karya Husein Al-Awaisyah (murid Syaikh AlBani rahimahullah). Pustaka Ar-Rayyan, 2005. Dengan tambahan.

About these ads

One Response

  1. jadi kesimpulannya pahala sholat di masjidil haram 100.000 kali lipat dari masjid lainnya, pahala sholat di masjid nabawi 1000 kali lipat daripada masjid lainnya, kalau masjidil aqsha yang saya tahu 250 kali lipat pahalanya, thoyib..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: